Ribuan Persomil Siap Amankan Bulan Suro Di Madiun

By | September 16, 2017

Madiun – Tahun baru Islam yang lebih dikenal dalam masyarakat jawa dengan nama bulan suro, di kalangan masyarakat Madiun sendiri mengandung makna tersendiri. Hal ini dikarenakan di bulan suro, dua perguruan silat terbesar yang berpusat di Kota Madiun, dengan cabang perguruan yang tersebar di seluruh Indonesia, mengadakan acara tahunan Ziarah Makam Suro (PSH Terate) dan Suran Agung (PSH Tunas Muda Winongo) serta dihadiri oleh ribuan peserta dari warga masing-masing perguruan.

Pengaturan massa dalam jumlah besar dalam waktu hampir bersamaan di tempat yang sama apabila tidak diantisipasi jauh-jauh hari dan diatur dengan baik dapat menimbulkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban yang berpengaruh terhadap sendi kehidupan ekonomi masyarakat. Tidak tanggung-tanggung, menurut time line yang disampaikan oleh Kabag Ops Polres Madiun Kota, Mujo Prajoko, Polres Madiun Kota sudah mulai melaksanakan rangkaian kegiatan dalam rangka untuk menciptakan kondisi aman di bulan suro terutama di wilayah Madiun dan sekitarnya sejak tanggal 24 Februari 2017 dan berakhir nanti pada tanggal 13 Oktober 2017.
Puncaknya, kemarin, Selasa (12/9) pagi, Polres Madiun Kota menggelar Rapat Koordinasi Operasi Aman Suro 2017, bertempat di Ruang Bima 2-4, Hotel Aston, Kota Madiun.

Acara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Madiun Kota, Sonny Mahar Budi Adityawan, dihadiri oleh Karo Ops Polda Jatim, Danrem 081/DSJ, Walikota Madiun, Kepala Bakorwil Madiun, Ketua dan Wakil Ketua Paguyuban Perguruan Pencak Silat Madiun, Komandan POM AU Lanud Iswahjudi, Komandan Polisi Militer V/1 Madiun, jajaran Kodim 0803 Madiun, perwakilan Batalyon 501/Bajra Yudha, perwira utama Polda Jatim, jajaran 16 polres di Jawa Timur dan 4 polres di Jawa Tengah yang juga mengajak perwakilan pengurus cabang PSH Terate/PSH Tunas Muda Winongo dari wilayah masing-masing serta OPD dari Pemkot Madiun yang terkait pengamanan.
Keamanan bulan muharram

Baca Juga  Terkait Pemilihan Ketum PSHT, Majelis Luhur Digugat

Sonny Mahar Budi Adityawan, menyampaikan selamat datang dan terimakasih kepada para undangan dan berharap acara dapat berjalan selamat dan lancar. Dia juga menyatakan bahwa pengamanan bertujuan untuk menciptakan situasi aman bagi organisasi pencak silat dan lingkungan sekitarnya. “Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara budaya, kultur organisasi dengan hak-hak warga negara lain yang bentuknya berupa kenyamanan, keamanan, sehingga dalam teknis pengamanan nanti akan ada pembagian zona, waktu, agar tetap terjaga kesakralannya, mari kita bangun negara ini dengan sikap toleransi, cinta tanah air dan sifat kesatria,” ujar Sonny.

Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto, menyampaikan apresiasi karena acara tersebut diselenggarakan untuk keamanan di Kota Madiun. Walikota juga berharap atas suatu giat, baik oleh PSH Terate maupun PSH Tunas Muda Winongo, tetap menjadikan Kota Madiun tertib dan aman. “Ketika Madiun aman, akan menjadi tumpuan bagi daerah penyangga sekitarnya, acara ziarah makam suro dan suran agung menjadi tanggungjawab kita semua, terimakasih kepada TNI/Polri, tanpa mereka kondisi tidak akan aman dan tertib,” tutupnya.

Di kesempatan ketiga, Ketua Paguyuban Perguruan Pencak Silat Madiun, Murjoko, menyampaikan paparan panitia suro dan suran agung. Ziarah, menurutnya, merupakan tradisi turun temurun, yang tentunya PSH Terate tidak bisa lepas dari tanggungjawab. Sebagai bentuk tanggungjawab tersebut, pihaknya telah menyiapkan satgas keamanan yang akan diterjunkan pada tanggal 20 (ziarah makam) dan 21 (pengesahan warga baru), sebanyak 1000 orang.

“Apabila Madiun aman dan kondusif, maka masyarakat juga merasa aman, untuk wisuda/pengesahan anggota baru, dilaksanakan di masing-masing cabang di seluruh tanah air, untuk Madiun dilaksanakan di padepokan jalan Merak,” kata Murjoko. Dia juga menambahkan, bahwa satgas keamanan tersebut diberi nama Satgas Sentot Prawirodirjo, yang akan mengamankan perguruan masing-masing dan juga masyarakat, tak lupa dia juga menyatakan terbuka apabila ada usulan, masukan, saran kepada panitia.

Baca Juga  Hak Paten Persaudaraan Setia Hati Terate

Sementara itu, H. R. Agus Wiyono, Ketua PSH Tunas Muda Winongo, menyampaikan bahwa acara Suran Agung akan diselenggarakan di lapangan Winongo, pada 8 Oktober 2017, dengan peserta selain dari Kota Madiun sendiri juga akan datang peserta dari Ponorogo 4000 orang dengan korlap 200 orang, Ngawi 2000 orang korlap 150, Magetan 2000 orang korlap 150, Madiun Kabupaten 2000 orang korlap 200. Pemberangkatan dengan sistem kurung, berangkat dari masing-masing polsek sesuai koordinasi zona yang telah ditetapkan.

“Untuk cabang lain, menggunakan kendaraan bus, 1 bus untuk 1 cabang, agar memudahkan koordinasi,” terang Agus. Mujo Prajoko dalam paparannya menyatakan Operasi Aman Suro 2017 merupakan operasi kewilayahan menggunakan pola kanalisasi yang meliputi jalur, waktu, pembatasan peserta, pengawalan, dan tempat berkumpul. Pola ini sudah 2 kali dipakai untuk pengamanan Suro dan Suran Agung.

Dalam kesempatan tersebut juga ditayangkan sampel video gangguan kamtibmas yang terjadi sebelum tahun 2015 pada acara Suro dan Suran Agung. Dengan runtut, Mujo menjelaskan hal berkaitan dengan latar belakang konflik, pemicu konflik, target operasi meliputi orang, benda, lokasi, giat, pola pengamanan, potensi konflik, upaya persuasif sebelum acara, pengaturan waktu dan zona, pengaturan dan penempatan personel, serta protap pengamanan.

“Dalam operasi ini dikerahkan 1500 personel polri, yang jelas polisi hanya ingin menciptakan ketertiban, alangkah baiknya apabila potensi kearifan lokal seperti ini bisa dikelola dengan baik sehingga memiliki nilai jual,” saran Mujo kepada walikota.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Disela-sela sesi diskusi ada pengarahan singkat dari Danrem 081/DSJ, R. Sidharta Wisnu Graha dan Karo Ops Polda Jatim, Herry Sitompul. Sidharta berpesan agar kita sebagai orang Indonesia jangan mudah terpecah belah, selalu menjaga persatuan dan kesatuan. “Kita semua bersaudara, kegiatan ini (suro dan suran agung) harus menjadi hal yang ditunggu-tunggu, jangan malah menakutkan, bisa dikembangkan menjadi wisata lokal dan mancanegara, menjadi daya tarik orang datang ke Madiun,” pungkasnya.

Baca Juga  Aji Bagas Pamungkas Atlit Silat PSHT juara di Belgia, Kini Bertarung Di Kejuaraan Sea Games

Acara ditutup dengan closing statement dari Kapolresta Madiun, Ketua PSH Terate, Walikota Madiun, Danrem 081/DSJ, Kepala Bakorwil, Suprianto, dan Ketua PSH Tunas Muda Winongo.

Recent search terms:

One thought on “Ribuan Persomil Siap Amankan Bulan Suro Di Madiun

Leave a Reply